Monday

Top 10 Hewan-Hewan Misteri Yang Mematikan

Tidak semua hewan Cryptid atau binatang-binatang yang masih misteri eksistensinya berdasarkan catatan adalah bangsa pemalu, mahluk penyendiri yang sebisa mungkin menghindari manusia dengan segala cara. Namun ada beberapa sebaliknya secara aktif menyerang atau setidaknya jika tiba-tiba saling berhadapan melakukan berbagai macam cara yang bisa dikatakan cerdik dengan melakukan pembunuhan untuk menutupi kecerobohan mereka.
Dibawah ini adalah daftar dari 10 hewan misteri tanpa urutan nomor dari hewan cryptid yang mematikan.




- Artrellia (Naga Papua)
Dengan wilayah seluas 342.000 mil persegi, Pulau Irian (Papua) adalah pulau terbesar kedua didunia setelah Greenland yang terisi hamparan hutan tropis dan daerah rawa yang jarang dieksplorasi oleh para ilmuwan dan wisatawan barat.Tidak mengherankan Papua menjadi tempat yang menjanjikan buat para Cryptozoologist sebagai tempat penemuan hewan-hewan baru dimasa depan, selain keyakinan yang didorong oleh laporan dari beberapa mahluk misterius namun belum diakui atau teridentifikasi secara pasti oleh ilmu pengetahuan.
Salahsatu mahluk paling spektakuler dari mahluk Cryptid ini adalah Artrellia dimana masyarakat setempat menggambarkannya sebagai buaya raksasa-seperti kadal atau naga yang mempunyai panjang hingga 30kaki. Ia mampu memanjat pohon, nafasnya mengeluarkan api dan mampu untuk membunuh dan memakan manusia yang kebetulan masuk kedalam hutan yang menjadi wilayah kekuasaannya. Kesaksian mengenai mahluk ini tidak hanya terbatas pada kesaksian penduduk lokal.
Sejumlah tentara Inggris ataupun Amerika dan Jepang yang pernah menduduki Pulau Papua selama perang dunia ke-2 melaporkan bahwa mereka melihat kadal raksasa dan mereka memperkirakan panjangnya 15-20 kaki berkeliaran di hutan. Demikian pula ditahun 1960 David Marsh, Komisaris distrik di Port Moresby (kini ibukota papua Nugini) menyatakan bahwa pada tahun 1940an ia telah dua kali melihat penampakan kadal raksasa dibagian barat Papua.
Pada tahun 1980 sebuah tim ekspedisi ilmiah yang bernama "operation drake" mengunjungi Papua Nugini dan pimpinannya adalah seorang penjelajah terkenal bernama Let Kol John Blashford-Snell yang tertarik akan kesaksian dari masyarakat asli Papua dan sejumlah catatan lainnya mengenai Artrellia.
Setelah berhasil mendapatkan seorang pemburu lokal dengan bayaran untuk menangkap Artrellia dan membawa mahluk tersebut padanya, John Blashford senang karena sang pemburu berhasil membawanya mahluk tersebut dan ia berhasil mengindentifikasinya sebagai biawak, dimana hewan ini berasal dari spesies Varanus Salvadorii atau dikenal juga sebagai Naga Pohon, yang merupakan spesies kadal terpanjang didunia yang mampu mencapai panjang hingga 15.5 kaki.
Menyangkut objek yang didapatkan John Blashford sebenarnya hanya berukuran 6 kaki belum bisa dikatakan ukuran monster, saat diperiksa hewan tersebut masih remaja sehingga ukuran potensi maksimum dari hewan ini hanya bisa menebak-nebak saja. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa lidah kadal ini yang sering terjulur berwarna oranye kekuningan cukup membuat masyarakat lokal terinspirasi yang membuatnya seperti kelihatan menyemburkan api seperti naga, spesies ini juga mampu memanjat pohon walau berukuran besar sehingga semuanya mirip seperti apa yang dikemukakan oleh warga lokal.

Namun anehnya dalam masa ekspedisi yang sama salah satu anggota tim melihat dari jarak dekat suatu penampakan meskipun dalam waktu singkat pertemuan dengan Artrellia yang lebih mirip mahluk raksasa legendaris seperti yang diceritakan penduduk lokal tersebut. Ian Redmond seorang zoologist asal Inggris tengah duduk santai didekat aliran sebuah sungai di Papua ketika itu ia tiba-tiba mendengar derap langkah kaki yang berat semakin mendekat di tanah yang tertutup dedaunan pepohonan hutan, terdengar seperti langkah kaki manusia dan tidak bising dan tidak seperti langkah kadal yang ringan sedikit berisik yang merupakan ciri langkah kadal di tanah. Berpikir bahwa rekannya tengah bercanda dengan dirinya membuat Redmond enggan untuk melihat sekelilingnya namun rasa ingin tahunya semakin besar sehingga ia berbalik dan melihat seekor biawak yang sangat besar melihat kearah dirinya diatas sebuah batang kayu, ia tidak bisa melihat wujud keseluruhan binatang itu hanya kepala dan kakinya saja, yang ia perkirakan kepalanya sebesar kuda!sedangkan biawak Salvadori tidak memiliki kepala yang berukuran sangat besar seperti itu jadi seberapa besar kemungkinannya binatang ini? saat Redmond berusaha menggapai kamera nya untuk memfoto binatang tersebut, binatang itu telah kabur dan ia tak melihatnya lagi.
Binatang raksasa yang terkenal dari Indonesia adalah Komodo (Varanus Komodoensis) yang memiliki panjang hingga 10 kaki itu adalah bukti yang lebih dari cukup sesosok mahluk besar yang kadang memangsa manusia yang merupakan jenis kadal yang telah diketahui keberadaannya.Dan menyadari bahwa hutan hujan tropis di pulau Papua belum dieksplorasi secara keseluruhan oleh manusia, spesies biawak ekstra besar bisa berkembang apalagi mereka dihindari oleh suku asli pulau tersebut apalagi jarangnya bangsa barat melakukan penelitian disana, kemungkinan mereka adalah kerabat dari komodo yang mendiami beberapa pulau di Indonesia.

2. Nunda (Mngwa)
Mahluk misteri yang telah menyebarkan teror bagi masyarakat Afrika bagian Selatan yang berbagi wilayah dengan mahluk ini. Mngwa atau Nunda dalam bahasa Swahili berarti "Sesuatu yang aneh" konon aslinya mendiami hutan wilayah pantai Tanzania. Mahluk tak dikenal ini bersosok seperti kucing berwarna abu-abu yang sangat besar dan luarbiasa ganas, lebih besar dari Singa dan selanjutnya dikatakan berbeda dari semua spesies kucing yang dikenal di Afrika yang biasanya berbulu loreng-loreng.
Sepanjang tahun 1920an terjadi serangkaian pembunuhan sadis yang dialamatkan kepada Nunda sebagai pelakunya dimana beberapa orang dari wilayah pesisir Tanzania dari dusun Lindi diserang dan tubuh mereka hancur mengerikan. Seperti amukan dari hewan misteri lainnya yang bernama Beruang Nandi, Kapten William Hichens melakukan penyelidikan namun ia tak berhasil menyelidiki keberadaan Nunda, namun saat ia memeriksa tubuh para korban ia menemukan gumpalan bulu-bulu aneh yang kusut berwarna abu-abu terkepal dalam genggaman para korban, seolah-olah pada saat penyerangan si korban berupaya untuk melawan dan meronta dari serangan mahluk tersebut.
Lalu penyelidik dari Eropa lainnya bernama Patrick Bowen mengadakan penyelidikan, mengobservasi beberapa jejak cakar yang dikatakan sebagai jejak dari cakar Nunda, menyerupai jejak dari macan tutul namun ukurannya sebesar ukuran singa.
Ahli Cryptozoology memberi usul bahwa mahluk tersebut kemungkinan adalah kucing emas raksasa (Profelis Aurata) spesies yang sangat buas dengan warna bulu dan pola yang bervariasi yang menjelaskan keganjilan corak bulu pada Nunda yang berbeda dari kucing lainnya.

3. Nandi Bear (Chimiset)
Di tahun 1925 seorang gadis cilik berusia 6 tahun secara misterius menghilang dari perkampungannya diwilayah Nandi, Kenya.Disebutkan bocah tersebut diculik oleh mahluk berukuran raksasa yang oleh penduduk setempat dipanggil sebagai Chimiset. Kapten William Hichens selaku intelijen dan jasa administrasi untuk wilayah Afrika Timur diinstruksikan oleh pemerintah Inggris yang berkuasa di Kenya untuk melakukan penyelidikan.
Ilmu pengetahuan belum dan masih belum mengenali keberadaan dari Chimiset namun mahluk ini akrab ditelinga masyarakat Nandi, juga oleh masyarakat Eropa yang bermukim diwilayah tersebut yang menyebutnya sebagai Beruang Nandi karena kepalanya yang mirip beruang.
Olehsebab itu maka Hichens menanggapi hal ini dengan serius, dengan mendirikan kamp didekat kaki bukit pinggir hutan dimana Chimiset sering dilaporkan terlihat secara berkala. Pada suatu malam saat Hichens sedang tidur di tendanya bersama anjing pemburunya yang bernama Mwabi yang diikat diluar tenda tiba-tiba ia merasakan seluruh tenda berguncang, tiang yang mengikat Mwabi terbang keluar dan punggungan tiang tenda tersebut juga rubuh yang membuat ia terbungkus dalam kanvas tenda tersebut dan disaat itu ia mendengar lolongan paling mengerikan yang pernah ia dengar membelah malam, kengerian akan wujud monster tersebut membuat dirinya kaku dan ia mendengar anjingnya sempat menyalak pelan satu kali, lalu terdengar suara ranting dan cabang pohon yang terinjak disemak-semak lalu mendengar suara-suara dari mahluk tersebut dan ia melolong!, ia mengaku bahwa ia telah sering mendengar auman (lolongan) singa, suara dari ringkikan gajah ataupun sapi, begitupula teriakan dari macan tutul yang terperangkap jerat yang mampu membuat lolongan suara yang dapat didengar hingga bermil-mil, namun ia belum pernah mendengar lolongan dari mahluk bernama Chimiset tersebut. Jejak darah berwarna merah dipasir memberi petunjuk kearah mana anjing peliharaannya dibawa, selain jejak tersebut terdapat juga sebuah jejak kaki yang besar yang ukurannya 4 kali lebih besar dari ukuran kaki pria dewasa, juga jejak tiga cakar jari yang besar dengan tanda trefoil seperti jejak kaki singa saat ditekan keseluruhan ketanah, namun Singa tidak pernah membuat bentuk tapak kaki yang sebegitu menakutkan dalam ukuran raksasa.
Walaupun Hichens terus menelusuri jejak kaki mahluk itu yang mengarahkan dirinya ke punggung bukit dan menghabiskan waktu hampir satu minggu menjelajah hutan namun ia tidak pernah berhasil menemukan mahluk tersebut, namun jika dibandingkan dengan nasib anjing peliharaannya Hichens dianggap masih beruntung.
Seorang Zoologist bernama Bernard Heuvelmans dalam bukunya "On the Track of Unknown Animals" ditahun 1958 menyatakan mungkin Nandi Bear adalah panggilan untuk hewan yang jenisnya lebih dari satu, akibat kekeliruan pencatatan dari para peneliti sebelumnya untuk jenis binatang misteri yang kuat dan tangguh, diantaranya adalah Hyaena berbintik, Babbon yang ukurannya luarbiasa besar, luak madu, Aardvark atau mungkin juga dukun pembunuh walau tidak tertutup kemungkinan satu atau dua hewan yang benar-benar belum diketahui jenisnya merupakan mahluk yang disebut Nandi Bear/Chimiset ini.
Beberapa Nandi Bear dilaporkan seperti Hyena namun berukuran jauh lebih besar dari ukuran Hyaena yang diketahui saat ini, dan bentuk bulu hewan tersebut yang dilaporkan berwarna gelap cukup berbeda dari corak bulu Hyaena (Crocuta Crocuta) yang merupakan spesies terbesar dari anjing hutan modern, selain itu Nandi Bear jauh lebih agresif daripada Hyaena pada umumnya yang dikenal saat ini. Afrika 10000 tahun yang lalu pada saat berakhirnya zaman Pleistosen, pernah didiami oleh mahluk menakutkan yang bernama hyena berwajah pendek (Brevirostris Procrocuta)walaupun memiliki kekerabatan cukup dekat dengan anjing liar modren yakni hyaena coklat (Hyaena Brunnea) namun mahluk ini memiliki ukuran sebesar singa bermoncong pendek seperti beruang dan perilakunya merupakan pemburu yang aktif (kontras kebalikan dengan Hyaena masa kini yang merupakan pemakan bangkai). Jika mahluk seperti ini masih eksis di hutan Kenya yang masih jarang terjamah manusia kita mungkin tak perlu lagi mencari lebih lanjut identitas dari Beruang Nandi ini.
Selain itu Afrika di zaman Pleistocene merupakan rumah bagi hewan aneh Ungulate yang dikenal sebagai Calichotere, Secara umum adalah seekor binatang mirip Hyaena yang memiliki ukuran sebesar kuda, memiliki cakar yang tajam bukan kuku yang merupakan khas dari Ungulate.Meskipun Calichotere adalah hewan herbivora namun penampakan singkat akan mahluk ini bahkan mampu membuat seorang pemburu profesional atau orang tak berpengalaman dalam taksonomi ilmu hewan untuk menganggap bahwa mereka telah bertemu anjing hutan raksasa. Oleh karena itu ada beberapa ahli Zoology sepakat mungkin saja Calichotere Afrika selamat dari kepunahan di zaman Pleistocene hingga ke zaman modern, yang kemudian menyebabkan terjadinya laporan adanya penampakan Nandi Bear.
Dan jika seperti beberapa ungulates lainnya seperti gajah, badak, banteng, kuda nil, cape bufallo serta calichoteres melakukan tindakan agresi dan serangan tak terduga walaupun mereka adalah herbivora membuat kita mudah memahami mengapa Nandi Bear amat ditakuti oleh masyarakat Nandi, Kenya.

4. Burung Kematian Ethiopia (Ethiopean Dead Bird)
Hanya beberapa saat sebelum Italia menginvasi Ethiopia ditahun 1935 seorang arkeologis bernama Byron de Prorok ikut serta dalam sebuah ekspedisi diwilayah selatan Ethiopia, di Provinsi Walaga yang ia bukukan dalam bukunya berjudul "Dead Man do tell tales" ditahun 1943. Ia menunjukan gambar sebuah gua yang disebut sebagai devil cave (Gua Setan), di gua tersebut menurut masyarakat setempat hidup sekawanan kelelawar yang minum darah walau berukuran kecil namun mengakibatkan kematian bagi manusia.
Kelompok kelelawar ini akan muncul dimalam hari dan diam-diam minum darah penggembala kambing setempat saat mereka tertidur hingga akhirnya mati dan membuat pemilik ternak harus mencari penggembala baru.
Dunia ilmu pengetahuan mengenal tiga jenis kelelawar vampir yang semuanya hanya ditemukan didunia baru (daerah yang baru dieksplorasi), de Prorok tidak mempercayai cerita tersebut pada awalnya hingga ia dibawa ke kamp penggembalaan kambing dan disana ia melihat semua penggembala mengalami luka dilengan mereka yang menyerupai luka akibat tusukan kecil dan ia juga melihat seorang gembala yang hampir mati yang lebih mirip kerangka berbalut pakaian yang berlumuran darah.
Sudah lebih dari 70 tahun berlalu dan hingga kini identitas burung kematian masih menjadi misteri namun Ethiopia yang memiliki daerah dengan luas yang cukup besar sedikit riskan untuk dieksplorasi saat ini karena kondisinya yang tidak kondusif namun kemungkinannya untuk dimasa depan masih terbuka untuk dilakukan eksplorasi.

5. Mongolian Death Worm (Cacing Kematian dari Mongolia)
Mahluk ini disebut juga oleh suku nomaden di gurun gobi sebagai Khorkhoi Allghoi (Cacing Usus) karena kemiripan bentuknya yang menyerupai usus. Cacing ini dikatakan dapat memiliki panjang hingga 5kaki berwarna merah gelap dengan bintik berwarna coklat dan memiliki seperti antena pada kedua ujung badannya, menghabiskan sebagian besar waktunya sepanjang tahun bersembunyi dibawah gurun pasir.
Mahluk ini hanya muncul selama 2 bulan terpanas yakni bulan Juni dan July, namun mahluk ini sangat dihindari oleh manusia bahkan unta karena dapat membunuh langsung dengan dua cara yang berbeda.
Mahluk misteri ini diduga dapat menyemprotkan racun yang sangat mematikan, racun yang bersifat korosif yang mungkin seperti asam yang dapat membakar dari kulit korban hingga kesaluran darah.
Mahluk ini juga dapat membunuh dengan cara yang lebih misterius yakni dengan sentuhan, memang benar bahkan mahluk ini dapat menyalurkannya melalui benda logam seperti kasus fatal yang menimpa seorang ahli geologi yang mengunjungi gurun gobi beberapa tahun lalu, yang tanpa sengaja telah mendorong seekor cacing yang telah mati dengan batangan logamnya. Jika benar hal ini dapat terjadi maka mahluk ini dapat membunuh dengan aliran listrik dan karenanya harus mampu menghasilkan aliran listrik seperti belut listrik dan ikan tertentu lainnya. Saat ini beberapa ekspedisi untuk menyelidiki keberadaan mahluk misteri mengerikan ini telah dilakukan seperti sebuah ekspedisi sepanjang tahun 1990an yang dipimpin oleh seorang explorer asal Ceko, Ivan Mackerle dan beberapa peneliti lapangan lainnya ditahun-tahun kemudiannya namun secara formal keberadaan cacing kematian ini belum dapat dikonfirmasi.
Dari hal morfologi kemungkinan cacing ini adalah cacing-kadal berukuran sangat besar atau amphisbaenian, jika memang itu adalah identitas cacing kematian tersebut maka kisah mematikan dari cacing kematian mungkin tak lebih dari cerita rakyat(folklore) karena semua jenis Amphisbaenian yang dikenal saat ini tidak ada satupun yang berbahaya.

6. Hide
Beberapa jenis ubur-ubur dalam ukuran sangat besar yang tidak diketahui jenisnya dilaporkan terlihat selama bertahun-tahun, namun biasanya adalah bentuknya yang khas bukan dalam ukuran besarnya.
Namun ada satu jenis binatang ini yang mengerikan yang secara scientific belum diketahui sebagai wakil dari objek perairan dalam yang misterius.
Ini adalah mahluk menakutkan yang terlihat oleh seorang penyelam Australia pada tahun 1953 yang sedang melakukan ujicoba peralatan menyelam terbaru di laut pasifik selatan, seperti yang diungkapkan oleh Erik Frank Russel dalam "Misteri Besar Dunia" penyelam tersebut tengah mengikuti seekor hiu lalu ia beristirahat ditepi jurang yang mengarah ke palung yang lebih dalam, ia masih melihat hiu tersebut namun tiba-tiba sesosok mahluk besar kusam kecoklatan dan tak berbentuk muncul dari dalam jurang, mahluk tersebut berdenyut pelan dan datar. Meskipun mahluk tersebut tak memiliki mata, namun ia memiliki organ sensor, mahluk tersebut entah bagaimana mengenali keberadaan hiu, dan entah bagaimana mahluk tersebut seperti melambung keatas dan melakukan kontak dengan hiu, hiu tersebut langsung mengejang dan kemudian ditarik tanpa perlawanan kedalam tubuh mahluk raksasa tersebut. Lalu mahluk tersebut kembali tenggelam hilang kedalam jurang laut.meninggalkan sang penyelam yang mati ketakutan seolah-olah baru mendapatkan mimpi buruk.
Dimasa lalu mungkin dilautan dalam seekor gurita raksasa diajukan sebagai identitas mahluk raksasa dari lautan dalam, namun kenyataannya bahwa ubur-ubur lautan dalam adalah mahluk yang lebih masuk akal. Gurita memiliki tentakel sedangkan sejumlah ubur-ubur (termasuk yang dilaut dalam)tidak memiliki, namun semua ubur-ubur dipersenjatai oleh Nematocysts(kadang pada sekujur tubuh mereka atau pada tentakel mereka) yang dapat menimbulkan kelumpuhan hingga kematian, Oleh karena itu kemungkinan bahwa hiu tersebut mengalami kelumpuhan sehingga tampak mengejang seperti yang disaksikan oleh sang penyelam.
Ubur-ubur laut dalam mirip (Walau mungkin tidak identik) dengan mahluk yang baru diuraikan diatas mungkin dapat dijelaskan juga oleh legenda chili yang bernama Hide yang didokumentasikan oleh Jorge Luis Borges dalam bukunya yang terkenal "The Book of Imaginary Being" tahun 1969 menurut Borges , Hide adalah sejenis gurita yang menyerupai bentuk dan ukuran sapi yang lagi berbaring datar dengan mata yang tak terhitung jumlahnya disekujur tubuhnya, dan satu yang ukurannya 4x lebih besar ditengah-tengah, ia mencari makan dengan naik ke permukaan laut untuk menelan binatang ataupun orang yang tengah berenang disana.
Dari penjelasan tersebut tidak menyebutkan tentang tentakel dan kelihatannya tidak mungkin mahluk buas seperti itu (dengan asumsi mahluk tersebut ada) dimana gurita hanya memiliki satu pasang mata bukan rangkaian mata disekujur tubuhnya serta dua pasang mata utama, sebaliknya ubur-ubur memiliki organ sensorik perifer yang disebut Rhopalia yang menggabungkan sensor peka cahaya sederhana yang disebut Ocelli.
Selain itu ubur-ubur tidak memiliki mata sungguhan seperti ubur-ubur bulan (Aurelia Aurita) namun ia memiliki 4 mata tipuan yang mirip seperti mata yang sebenarnya merupakan bagian dari usus mereka yang disebut sebagai kantong lambung.
Singkatnya Ubur-ubur merupakan calon paling tepat untuk mahluk monster Hide dibandingkan gurita.
Pada bulan Mei 2012 yang lalu terlihat sesosok mahluk misterius dilaut dalam, pada kedalaman 5000 kaki di selatan lautan Atlantik, bentuknya seperti spesies ubur-ubur laut dan dikenal sebagai Enigmatica Deepstaria dan telah menjadi pemberitaan global ketika spesimen ini berhasil difilmkan oleh kamera bawah air selama pengeboran laut dalam didekat Inggris.
Siapa yang mengira bahwa ada mahluk lainnya dari laut dalam yang jauh lebih mematikan mengintai dalam jurang yang belum dijelajahi dan dipetakan dari dasar lautan terdalam planet kita?

7. Waheela
Menurut beberapa penjelajah dan tourist pemberani yang melintasi hutan terpencil dan kawasan tundra yang membatasi antara wilayah Yukon, Kanada dengan bagian timur Alaska sebagai rumah dari hewan bernama Waheela yang ditakuti oleh penduduk lokal suku Indian karena mahluk ini dikatakan dapat memenggal kepala manusia dengan satu gigitan saja.
Salahsatu mahluk Cryptid ini pernah ditembak dua kali oleh seorang pemburu Frank yang merupakan teman dari ahli Cryptozoology Ivan T Sanderson saat mereka tengah melakukan pelacakan sepanjang lembah anak sungai Nahanni di Nortwest Teritority, Yukon sepanjang tahun 1940 hingga 1950an namun tampaknya mahluk tersebut telah berpindah dan tidak terluka.
Disebutkan mahluk ini berbentuk seperti srigala salju putih yang sangat besar namun ukuran kepalanya yang lebih lebar dan tungkainya yang lebih pendek, yang mengeherankan adalah kupingnya yang sangat kecil begitupula kakinya yang terlihat bengkok, memiliki ekor yang tebal sebagai tambahan jika serigala melakukan perburuan dalam rombongan atau sekawanan sedangkan mahluk ini adalah mahluk soliter (penyendiri).
Meskipun mahluk ini tidak mirip apapun dalam dunia hewan modern, namun ini memiliki kemiripan yang luar biasa dengan amphicyonids atau Bear-dogs (beruang-anjing). Bentuk seperti beruang kokoh dan besar dan juga karnivora namun mahluk ini telah punah beberapa juta tahun lalu yang hidup dikawasan Amerika Utara. Namun mungkin karena kawasan tundra yang tak ramah buat manusia serta jarang di explore atau dilalui manusia mungkin keturunan dari habitat ini berhasil selamat hingga kini dan mungkin sesekali mengintai suku Inuit atau para penjelajah modern untuk menjadi santapan mereka.

8. Crowing Crested Cobra (Kobra berjengger yang berkokok?)/Inkhomi
 Banyak mahluk reptil aneh yang pernah dilaporkan dan beberapa diantaranya tercatat secara resmi dan diakui dari Afrika sejak pertamakali para penjelajah Eropa mulai menjelajahi benua yang kaya akan kumpulan fauna nya. Namun beberapa diantara mahluk yang dilaporkan ini ada yang sangat aneh, sulit dimengeri namun sangat berbahaya seperti Crowing Crested Cobra yang sering dilaporkan muncul dibanyak tempat di Afrika, terutama dibagian timur dan tengah Afrika.
Nama lokal paling umum adalah "Inkhomi" yang artinya pembunuh, yang mana seringkali dialami oleh masyarakat setempat akibat kecenderungan manusia berteduh dibawah pohon dimana mahluk ini mengintai dari cabang pohon yang kokoh, mahluk ini sangat agresif dan memiliki bisa yang sangat mematikan.
Walaupun penyebaran wilayahnya luas namun deskripsi akan mahluk ini diseluruh tempat konsisten dan sama penggambarannya, ular yang sangat menakutkan dan sangat panjang berwarna hitam keabuan atau kecoklatan pada kulit tubuhnya namun dapat dibedakan dengan warna pada wajahnya yang merah, warna merah cerah pada kepalanya dan yang sangat mengherankan dikatakan bahwa ular ini memiliki kemampuan untuk berkokok seperti ayam jantan yang ada dipeternakan ayam.
Walaupun begitu, mahluk mengerikan ini kelihatannya mirip Cockatrice, ular legendaris, tidak terhitung banyaknya saksi mata yang pernah menyaksikan mahluk ini dan bahkan ada beberapa bagian spesimen dari mahluk ini yang telah diawetkan berdasarkan catatan-catatan para peneliti. Dr J.O Shircore  menerbitkan sebuah laporan menggambarkan apa yang ia klaim sebagai kerangka tulang serta bagian leher (merupakan jenis vertebrata/hewan bertulang belakang) dari Inkhomi atau Kobra berjengger berkokok yang merupakan milik pribadi dari Shircore. Sayangnya relik mahluk cryptid yang tak ternilai harganya tersebut asalnya tidak diketahui, seperti banyak spesimen lainnya yang mungkin telah terbuang percuma tanpa pernah diperiksa secara formal berdasarkan penelitian ilmiah.
Kemungkinan atribut yang luarbiasa bagi mahluk ini adalah jika benar ia memiliki kemampuan untuk berkokok, walaupun begitu kini telah diketahui bahwa beberapa jenis ular mampu mengeluarkan suara lebih dari sekedar mendesis, Seperti pada tahun 1980 sebuah tim ekspedisi ilmiah di Kalimantan sangat kaget ketika mereka menemukan sejenis ular di sebuah gua yang mampu mengeluarkan suara yang nyaring dan berbunyi seperti suara seekor kucing Miaoww oleh karena itu jelas kemungkinan ada ular yang berkokok masih dalam batas logika kita.

9. Mamba Mutu
Penduduk asli dusun di Burundi, Afrika Timur terutama yang hidup disepanjang sungai Lukuga dan ditepi danau Tanganyika selalu hidup dalam ketakutan terhadap monster air tak dikenal yang mereka sebut Mamba Mutu. Deskripsi mahluk ini berdasarkan ingatan mereka adalah mirip seperti cerita dongeng dimana berbentuk separuh manusia separuh ikan, yang suka membunuh orang dan menyebabkan manusia kehabisan darahnya, seperti Duyung Vampir!
Ketika laporan seperti ini diselidiki oleh seorang penyidik dari Spanyol, Carlos Bonet pada tahun 1995 namun begitu ia memberikan penjelasan atas penyelidikannya bahwa mahluk itu adalah mahluk yang sangat besar kemungkinan adalah berang-berang berkepala datar.
Alternatif yang populer dan dijadikan pegangan adalah Mutu Mamba hanyalah Manatee yang tinggal didanau namun karena tahayul dan ketakutan penduduk pribumi menganggap hewan herbivora yang pemalu ini menjadi mahluk pengisap darah yang mengerikan.

10. Ropen
pembahasan mengenai Ropen dapat dibaca disini

0 comments:

Post a Comment