Wunderwaffen, Senjata Mutakhir Jerman, Realita atau Mitos?

Disini akan dibahas mengenai mitos Die Glocke, senjata mutakhir jerman, piring terbang anti-gravitasi milik Nazi, Fiktif atau Fakta? Silakan baca lebih lanjut mengenai kehebatan persenjataan Nazi Jerman pada Perang Dunia Ke-2

Kita adalah Anunnaki?

Dari catatan kuno bangsa Sumeria, penjelasan apakah kita merupakan keturunan mereka ataukah itu hanya perlambang dari tindakan yang menyerupai sifat monster reptil? atau mereka memang mahluk extra teresterial yang pernah menguasai bumi sejak ratusan ribu tahun lalu dan menjadikan manusia sebagai budak mereka?

Menghilangnya sebuah Danau di Patagonia dalam 1 malam

Apa yang menyebabkan mengapa bisa terjadi sebuah danau hanya dalam waktu 1 malam hilang secara misterius? hanya tersisa dataran yang kering serta glacier es disekitar kawah danau

Apakah tokoh-tokoh ini Fakta atau Fiksi?

Kita banyak mengenal tokoh tokoh wanita baik dari film atau dari sejarah, apakah asal usul mereka sesuai dengan fakta sejarah atau hanya rekaan dari karangan buku novel dan film? baca lebih lanjut..

Peter Stubbe Werewolf dari Bedburg

Kisah seorang pria terpandang di Jerman yang berubah menjadi pria pembunuh berantai yang kejam, mengaku bahwa dirinya berubah menjadi seekor srigala yang buas yang mempengaruhi sifatnya, apakah benar ia berubah menjadi werewolf?

Showing posts with label Titicaca. Show all posts
Showing posts with label Titicaca. Show all posts

Thursday

Pumapunku, Peradaban Tiwanaku yang hanya menyisakan batuan raksasa

Pumapunku atau juga disebut Puma Puncu atau Puma Pumku adalah bagian dari sebuah komplek besar atau grup monumen dari situs Tiwanaku, dekat Tiwanaku,Bolivia.
Dalam bahasa lokal artinya "Pintu Cougar". Proses dan teknology yang digunakan dalam pembuatan kuil-kuil di Pumapunku masih belum sepenuhnya dipahami oleh para ilmuwan modern. Gagasan umum para peneliti saat ini adalah mereka menyatakan bahwa peradaban Tiwanaku hingga saat ini belum ditemukannya ada bukti bahwa mereka telah mengenal sistem tulisan, atau kata lain mereka tidak mengenal tulisan (buta huruf) selain itu kemungkinan besar mereka tidak mengenal sistim pengangkutan kenderaan memakai roda, Namun kebalikannya di Pumapunku pencapaian arsitektur yang terlihat dilokasi tersebut mereka telah memiliki tingkatan ilmu pengetahuan yang cukup tinggi dan mencolok selama proses konstruksi bangunan itu dibuat.
Karena proporsi bangunan monumental tersebut terbuat dari batu,metode apa yang mereka pakai untuk mengangkut batu-batu berukuran raksasa tersebut ke Pumapunku telah menjadi topik yang menarik dan menjadi mysteri para ilmuwan sejak penemuan kuil-kuil disitus tersebut.

Pumapunku benar-benar mengejutkan imajinasi, tampaknya tempat ini juga sisa atau bekas dermaga besar, berupa sebuah bangunan yang sangat besar yang terdiri dari 4 bagian, yang kini telah runtuh. Satu blok bangunan dimana dermaga itu dibuat setara dengan 440 ton dan beberapa blok lainnya memiliki berat antara 100-150 ton.
Tambang untuk batu-batu tersebut berada di pantai barat danau Tititaca, berjarak 10 mil jauhnya, belum ada teknology mutakhir dizaman kuno untuk mengangkut bebatuan sebesar dan seberat itu pada masanya. Masyarakat Andes di tahun 500 M tentulah tidak mungkin mengangkat bebatuan sebesar itu menggunakan perahu mereka yang sederhana terbuat dari bambu. Bahkan sekarang dengan kemajuan modern di bidang teknik dan matematika kita tidak dapat membuat struktur seperti itu saat ini.
Namun tentu saja tidak dapat dipastikan apakah ini yang menjadi alasan para arsitek kuno tidak meningalkan sedikitpun catatan tertulis.Selain itu semua legenda selalu diturunkan dari generasi ke generasi.
Bagaimana caranya batu-batu berukuran raksasa tersebut dipindahkan dari tempat tambang batu ke situs tersebut? Posnanky mengajukan jawaban berdasarkan studynya tentang kesejajaran garis arah astronomy dari Tiahuanaco. Namun jawabannya dianggap kontroversi bahkan tidak masuk akal, sehingga teorinya ditolak dan mendapat kecaman dari para ilmuwan selama 50 tahun.

Gambar diatas adalah gambar dari Gate of the Sun (gerbang matahari) yang terlihat bagian belakangnya, terbuat dari sebongkah batu raksasa. Kemungkinan gerbang ini adalah bagian dari sebuah dinding besar.
Selain berupa hamparan bebatuan raksasa, Pumpapunku terlihat tidak mengesankan, hanya berupa sebuah bukit sebagai peninggalan pyramid kuno dan sejumlah bebatuan megalitik yang terhampar ditanah yang hancur akibat gempa yg dahsyat.Walaupun begitu jika dilihat lebih jauh menunjukkan bahwa blok-blok batu itu telah dibuat dengan teknologi yang canggih, Bankan yg lebih mengejutkan adalah desain teknis dari blok-blok batu seperti yang tergambar dibawah, dimana semua blok batu-batu itu tepat satu sama lain saling berhubungan menyerupai blok bangunan yang saling kait mengait mengunci satu sama lainnya.

Dinding di Akapana, dan juga Pyramid di Tiahuanacu menunjukkan desain modular yang sama, batu ditumpuk antara satu dengan yang lainnya, namun batu yang berada dibagian bawah dipotong sudutnya, Bagian atas batu yang berdiri dipotong dengan sudut yang sama.
Blok batu yang terbesar memiliki tinggi 7.81m, lebar 5.17 m ketebalan 1.07m dan memiliki berat 1.31 metrik ton, Batu kedua terbesar tinggiinya 7.90m lebar 2.5m dan ketebalan 1.86m dengan berat 85.21 metrik ton. Kedua batu ini merupakan bagian dari Platforma Litaca dan merupakan bebatuan dari pasir merah.
Berdasarkan analisa Petrography dan analisa kimia secara rinci dari sampel batu dan tambang yang diketahui, arkeologi menyimpulkan bahwa batu pasir merah diangkut dari sebuah tambang di danau titicaca 10 km jauhnya dari Tiwanaku. Blok batu yang lebih kecil dari batuan andesit berasal dari tambang di semenanjung Copacabana yang letaknya 90km dari Tiwanaku dan harus menyebrangi danau titicaca, bebatuan lainnya didapat dari batu yang ada disekitar Tiwanaku.

Monday

Myths Legend And Mystery Titicaca Lake

Danau Titicaca yang merupakan sebuah danau yang terletak diperbatasan antara Bolivia dengan Peru menyimpan segudang rahasia, baik berupa kisah Myth hingga merupakan sebuah tempat suci dan tempat tinggal tokoh legendaris buat suku Indian di Amerika Selatan.
Keindahan dan ketenangan danau Titicaca membuat danau ini menjadi salah satu daya tarik objek wisata yang sering dikunjungi oleh para turis. Tapi bagaimana bisa tempat ini menggabungkan antara sisi tradisi dengan perdagangan?

Danau yang berada diketinggian 3811 m diatas permukaan laut merupakan bagian dari pegunungan Andes dimana pada sisi sebelah timur dimiliki oleh negara Bolivia sedangkan Peru disebelah barat danau tersebut.
Danau ini menyandang gelar sebagai danau tertinggi yang dapat dilayari , selain itu Danau Titicaca merupakan danau terbesar di Amerika selatan berdasarkan volume air.
Danau Maracaibo diVenezuela memiliki luas permukaan lebih besar daripada Titicaca namun karena karena ia terhubung dengan laut karibia melalui teluk Venezuela maka dapat dikatakan secara teknis dikatakan sebagai teluk daripada sebuah danau.
Danau ini terdiri atas dua bagian yang membuatnya hampir seperti dua buah danau yang berbeda walaupun begitu keduanya saling terhubung oleh sebuah jalur yang lumayan sempit selebar 800m yang disebut sebagai selat Tiquina. Bagian terbesar dari danau ini disebut Lago Grande (Big Lake) dan yang kecil Lago Puqueno atau sebutan lainnya adalah Lago chucuito dan Lago Huinaymarka. Danau ini memiliki 41 pulau-pulau dalam berbagai ukuran, bahkan beberapa diantaranya ada yang dihuni oleh penduduk, seperti Isla del Sol (Island of the Sun = Pulau Matahari) yang dapat dikunjungi dengan boat dari Copacabana di Bolivia.
Hal menarik dari Isla del Sol adalah kita dapat menemukan reruntuhan kuno lebih dari 180 buah dan pulau ini merupakan sebuah lokasi terpenting buat peradaban Inca, dan suku Inca percaya bahwa di pulau ini merupakan tempat kelahiran Inti, Dewa Matahari buat suku Inca. reruntuhan peninggalan kuno tersebut bahkan usianya ada yang lebih dari 500 tahun, menandakan pulau tersebut mempunyai nilai sejarah yang patut untuk digali.
Disebelah timur Isla del Sol adalah Isla de la Luna (Island of the Moon), pulau yang dianggap oleh suku Inca tempat kelahiran Mama Quilla, Dewi Bulan.

Sama halnya seperti Isla del Sol, Isla de La Luna juga terdapat banyak sisa reruntuhan peninggalan suku Inca.
Terdapat juga sebuah pulau yang berbukit bernama Taquile, berjarak sekitar 28 Mil (48km) dari Puno, sebuah kota disebelah tenggara Peru. Pulau tersebut selama masa kolonialisasi Spanyol hingga abad ke-20 digunakan sebagai penjara, kini pulau Taquile dihuni oleh kurang lebih 2200 jiwa, yang kehidupan mereka masih sangat tradisional dan hampir tidak tersentuh oleh perlengkapan modern, baik itu mobil, tidak ada hotel bahkan listrik pun bisa dikatakan hampir tidak ada.Saat ini baru saja dipasang panel-panel surya untuk kebutuhan listrik di pulau tersebut.
Penduduk Taquile dikenal karena mereka memakai pakaian traditional yang sangat menarik dan tradisi kerajinan tangan mereka yang membuat mereka terkenal tidak saja di Amerika Selatan bahkan keseluruh dunia.
karena keterampilan mereka dalam bidang kerajinan tangan membuat UNESCO memberikan penghargaan kepada suku Taquile ""Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity".
Jika banyak pria di belahan dunia lainnya tidak bermimpi untuk merajut benang maka merajut adalah hoby dan tugas ekslusif para pria Taquile, dimana sejak usia 8 tahun mereka sudah diajari untuk merajut. Tugas wanita adalah menenun dan membuat benang.
Setiap tahunnya kurang lebih 40.000 turis berkunjung ke pulau ini walaupun tidak ada hotel dan prasarana modern lainnya.

Komunitas adalah kuncinya, dan masyarakat Taquile masih memegang teguh ajaran lama suku Inca "ama sua, ama llulla, ama qhilla" yang dapat diterjemahkan sebagai "jangan mencuri, jangan berbohong, jangan malas" kode etik tersebut sangatlah bagus dan jalan hidup yang mungkin patut kita tiru.
Cara hidup tradisional lainnya dapat kita temukan di Uru, kelompok lainnya disekitar danau Titicaca. Uru tinggal di 44 pulau terapung buatan yang terbuat dari alang-alang yang banyak tumbuh subur diperairan dangkal danau tersebut.Bangunan pulau-pulau yang besar adalah rumah untuk 10 keluarga atau lebih sedangkan ukurannya yang lebih kecil (lebar 30m) adalah rumah untuk 2-3 keluarga.


Selain itu ada kebudayaan yang menggunakan bambu sebagai seluruh prasarananya, mereka disebut totora atau gaya hidup bambu/buluh, ini digunakan untuk satu alasan yang praktis yakni mobilitas, dapat bergerak dan pindah kemana saja bersama-sama seluruh barang anda termasuk rumah.Dahulu mungkin untuk menghindari bencana dan bahaya. Jika ada bahaya mengancam mereka tinggal berpindah menggerakkan sampan mereka yang berbentuk rumah jauh dari lokasi sebelumnya.
Kini setelah keadaan damai masih banyak pulau-pulau mengapung berbentuk rumah dari buluh yang masih memakai menara pengamat yang terbuat dari alang-alang. Seperti yang anda bayangkan pulau buluh yang mereka jadikan sebagai sarana rumah mengapung itu tentu saja membutuhkan banyak sekali perawatan, seperti alang-alang yang bakal membusuk, atap yang harus sering diganti dsb.Namun kebudayaan ini membuat banyak turis tertarik untuk melihat dari dekat kebudayaan mereka.

Dari segi arkeologis, danau Titicaca adalah situs penting masa kuno, terlihat dari reruntuhan puing2 bangunan disekitar danau menunjukkan adanya masyarakat kuno yang mendiami daerah tersebut jauh sebelum masehi, membuat mereka dianggap sebagai salah satu peradaban tertua di benua Amerika.
Diujung bahagian selatan danau ini adalah dimana ditemukannya situs terpenting peradaban kuno, yakni di Tiahuanaco. Beberapa lokasi terkait dengan berbagai peristiwa-peristiwa penting dalam mitology Inca, misalnya pada sebuah kuil yang telah runtuh di pulau titicaca diyakini oleh bangsa Inca sebagai tempat dimana Manco Capac dan Mama Ocllo sebagai anak matahari dikirim ke bumi untuk mendirikan dinasti Inca.
Sedangkan suku Inca sendiri menyatakan bahwa Danau Titicaca adalah daerah dimana mereka berasal karena disini dikatakan dewa Virachoca muncul dan menciptakan dunia, didalam mythology Inca dikatakan Virachoca yang membuat matahari,bulan dan kelahiran bintang-bintang.
Sang pencipta Virachoca kemudian menciptakan manusia pertama yang dibuat dari batu, Manco Capac dan Mama Ocllo, karena itu suku Inca percaya apabila manusia meninggal maka roh mereka akan kembali keasal yakni ke danau Titicaca. Itulah sebabnya danau Titicaca dianggap sebagai salah satu tempat paling suci di Andes.
Pada tahun 2000 sekelompok tim peneliti Internasional menemukan kuil kuno didasar danau yang umurnya diperkirakan sudah berusia lebih 1000 tahun . Reruntuhan ini diperkirakan dibangun sebelum masa peradaban Inca dan kemungkinan besar adalah hasil karya kebudayaan Tiwanaku.
Tim dari ekspedisi science Atuhalpa 2000 mengikuit petunjuk jejak peninggalan yang telah terendam didekat kota Copacabana yang membawa mereka ke penemuan yang spektakuler.
Terpisah dari struktur kuil yang terbesar yang berukuran 200 x 50 m telah menemukan bukti adanya lahan pertanian yang panjangnya mencapai 800m serta jalanan yang telah beraspal didalam pencarian mereka saat melakukan penyelaman kedasar sungai.
Penemuan berharga ini kembali memancing perdebatan dan juga membahas tentang teori kemungkinan kota yang hilang yang oleh bangsa Spanyol zaman dahulu sangat dicari-cari yakni El Dorado atau kota emas yang hilang dan nama lainnya adalah Wanaku, sebuah kota legendaris yang hilang dibawah air.
Namun begitu keingan dari tim ekspedisi yang berencana untuk menaikkan ketanah telah menbuat mereka mendapat kritikan dan tentangan oleh warga lokal danau.Mereka takut ekspedisi tersebut terlalu mengganggu dan telah menggangu ketenangan tempat suci yang bisa membawa kecelakaan dan nasib buruk buat mereka di masa depan.
Walaupun begitu, saat ini mystery seputar danau Titicara telah meningkat, disisi lain akibat penasaran akhirnya para turis berbondong-bonding masuk ke Titicaca dan hal ini membuat Titicaca menjadi sebagai objek wisata teratas di